slide

15 Agustus 2011

Biogeografi Jawa Barat


                                                           Kondisi Geografis
Propinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5°50' - 7°50' LS dan 104°48' - 104°48 BT. Luas wilayah Provinsi Jawa Barat Barat pada tahun 2008 adalah 34.816,96 Km2, terdiri atas 16 wilayah kabupaten dan 9 wilayah kota. Secara administrasi batas- batas Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
Utara : Laut Jawa                                                              
Timur : Jawa Tengah
Selatan : Samudra Hindia
Barat : DKI Jakarta dan Provinsi Banten
Sebagian besar wilayah kabupaten / kota di Jawa Barat berbatasan dengan laut, sehingga
Wilayah Jawa Barat memiliki garis pantai cukup panjang, yaitu 755,83 Km. Jawa Barat memiliki ikl im tropis, selama ini suhu terendah tercatat 9o Celcius yaitu di Puncak Gunung Pangrango dan suhu tertinggi tercatat 34o Celcius di daerah pantai utara. Tetapi pada bulan Oktober 2008 yang baru saja berlalu, suhu di Jawa Barat sempat  mencapai 35o Celcius selama 3 - 4 pekan lamanya yang hampir merata dialami oleh seluruh daerah di Jawa Barat. Curah hujan rata-rata tahunan di Jawa Barat mencapai 2.000 mm/tahun, namun di beberapa daerah pegunungan bisa mencapai 3.000 - 5.000 mm/tahun.

Topografi

Ciri utama daratan Jawa Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi.Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 mdpl,
wilayah dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.


Demografi

 Penduduk asli Jawa Barat adalah suku Sunda. Jawa Barat merupakan wilayahberkarakteristik kontras dengan dua identitas; m
asyarakat urban yang sebagian besartinggal di wilayah JABOTABEK (sekitar Jakarta) dan masyarakat tradisional yang hidup dipedesaan yang tersisa.Pada tahun 2002, populasi Jawa Barat mencapai 37.548.565 jiwa, dengan rata-ratakepadatan penduduk 1.033 jika/km persegi. Dibandingkan dengan angka pertumbuhannasional (2,14% per tahun), Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat terendah, dengan2,02% per tahun.

Kondisi Fisik Dasar (Kondisi Geologi dan Hidrologi)

Bentang Alam

Proses geologi yang terjadi jutaan tahun lalu menyebabkan Provinsi Jawa Barat denganluas 3,7 juta hektar terbagi menjadi sekitar 60 % daerah bergunung dengan ketinggianantara 500 - 3.079 meter dpl dan 40 % daerah dataran yang memiliki variasi tinggi antara0 - 500 meter dari permukaan laut . Wilayah pegunungan umumnya menempati bagiantengah dan selatan Jawa Barat. Pada bagian tengah dapat ditemukan gunung-gunung apiaktif seperti Gunung. Salak (2.211 m), Gede-Pangrango (3.019 m) , Ciremai (3.078 m) danTangkuban Perahu (2.076) berpadu dengan deretan pegunungan yang sudah tidak aktif seperti Gunung Halimun (1.744 m), Gn. Ciparabakti (1.525 m) dan Gn. Cakrabuana (1.721m). Demikian pula halnya di wilayah selatan, gunung-gunung api masih umum dijumpaiseperti Gunung Galunggung (2.168 m), Papandayan (2.622 m), dan Guntur (2.249 m);bersama deretan pegunungan yang sudah tidak aktif seperti pegunungan selatan Jawa.Keadaan sebaliknya dijumpai di wilayah utara Jawa Barat yang merupakan daerah dataransedang hingga rendah dengan didominasi oleh dataran alluvial. Daerah daratan Jawa Barat dapat dikelompokkan menjadi beberapa karakter sebagai berikut:

daerah pegunungan curam di bagian selatan dengan ketinggian > 1.500 m dpl,

daerah lereng bukit landai di bagian tengah dengan ketinggian 100-1.500 m dpl.

daerah dataran rendah yang luas di bagian utara dengan ketinggian 0-10 m dpl.

Geologi

 Secara geologis daratan Jawa Barat merupakan bagian dari busur kepulauan gunung api(aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujungutara Pulau Sulawesi.Jawa Barat didominasi oleh endapan alluvial yang terdapat di bagian utara dan sebagian diselatan. Endapan lainnya yang cukup dominan adalah Elosen yang terdapat di bagiantengah - timur, dan alluvial faces gunung api di bagian tengah - barat. Kondisi geologi inisangat mempengaruhi kegiatan penduduk dalam memanfaatkan sumberdaya alam,khususnya kegiatan penambangan.

Hidrologi

 Menurut Balai Dinas Pengelolaan Air Provinsi Jawa Barat, di Jawa Barat terdapat 40 sungaiyang berarti ada 40 Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagaimana ditampilkan pada gambarberikut. DAS-DAS tersebut dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok DAS.Kelompok yang memiliki area terluas adalah DAS Citarum disusul kemudian olehKelompok DAS Cisadane-Cimandiri.Daerah Alirah Sungai (DAS) di Jawa Barat (Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Barat)

Iklim

 Aspek iklim menunjukkan Jawa Barat merupakan daerah hampir selalu basah dengancurah hujan berkisar antara 1.000 - 6.000 mm, dengan pengecualian untuk daerah pesisiryang berubah menjadi kering pada musim kemarau. Pada daerah selatan dan tengah,intensitas hujan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah utara (gambar 2.4). Sementarauntuk Daerah Aliran Sungai (DAS), bagian utara menjadi muara bagi beberapa sungai besarseperti Citarum, Cimanuk, Ciliwung dan Cisadane. Sedangkan di selatan terdapat lebihsedikit sungai besar yang mengalir ke arah Samudera Hindia, yaitu Citanduy dan Cimandiri.Keadaan berbeda juga ditemukan pada perairan laut yang membatasi Jawa Barat. Daerahutara berbatasan dengan Laut Jawa dengan perairan dangkal sementara di selatanbersebelahan dengan Samudera Hindia yang memiliki perairan dalam.Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar